Como vs Parma berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tuan rumah dalam lanjutan Serie A 2026/27 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (14/9/2026).
Jacobo Ramon membuka keunggulan Como pada menit ke-23 sebelum Kaiki menggandakan skor pada menit ke-84. Parma sempat memperkecil ketertinggalan melalui Jose David Romero pada masa injury time, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk menggagalkan kemenangan pasukan Cesc Fabregas.
Tambahan tiga poin membuat Como mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan dan naik ke peringkat ketiga klasemen Serie A. Mereka hanya tertinggal dua poin dari AS Roma dan Inter Milan yang berada di dua posisi teratas dengan masing-masing 12 poin.
Como vs Parma Dimulai dengan Tekanan Tuan Rumah
Sejak awal pertandingan, Como terlihat lebih nyaman dalam menguasai bola.
Tim asuhan Cesc Fabregas mencoba membangun serangan dari bawah dan memanfaatkan pergerakan Nico Paz, Assane Diao, serta Moise Kean di lini depan.
Peluang pertama datang melalui Kean pada menit ke-14, tetapi tembakannya masih mampu diamankan kiper Parma, Edoardo Corvi.
Beberapa menit kemudian, Nico Paz juga mengancam pertahanan tim tamu sebelum akhirnya berperan dalam terciptanya gol pembuka.
Pada menit ke-23, sebuah situasi dari sepak pojok gagal dibersihkan dengan sempurna oleh pertahanan Parma. Bola kemudian dikirim Nico Paz ke area tiang jauh dan Jacobo Ramon menyambarnya untuk membawa Como unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Como semakin percaya diri dalam mengontrol permainan.
Como Dominan, Parma Tetap Memberikan Perlawanan
Meski Como vs Parma lebih banyak dikendalikan tuan rumah, Parma bukan tanpa peluang.
Menjelang akhir babak pertama, Simone Lontani mendapatkan kesempatan lewat sundulan yang hanya melintas tipis di atas mistar.
Parma tampil lebih berani setelah turun minum. Romero bahkan sempat mengenai tiang gawang setelah menyambut umpan dari sisi kiri.
Como tetap memiliki kontrol lebih besar secara keseluruhan.
Data ESPN mencatat Como menguasai sekitar 64 persen penguasaan bola, berbanding 36 persen milik Parma. Como juga memiliki expected goals sekitar 3,24, jauh di atas Parma yang berada di angka 1,22. Tuan rumah mencatat tujuh tembakan tepat sasaran dan mendapatkan 11 sepak pojok.
Statistik tersebut memperlihatkan bahwa kemenangan Como bukan sekadar hasil keberuntungan.
Kaiki Pastikan Kemenangan Como
Gol kedua Como baru datang mendekati akhir pertandingan.
Serangkaian tekanan di kotak penalti Parma menghasilkan kemelut sebelum Kaiki akhirnya berhasil menyelesaikan peluang dan membuat kedudukan berubah menjadi 2-0.
Catatan resmi Parma mencatat gol tersebut pada menit ke-84.
Parma tidak menyerah.
Jose David Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-92 lewat penyelesaian diagonal yang membuat skor menjadi 2-1.
Namun waktu yang tersisa terlalu sedikit untuk menciptakan gol penyeimbang.
Pertandingan Como vs Parma pun berakhir 2-1 dan memastikan tiga poin tetap berada di Giuseppe Sinigaglia.
Klasemen Como vs Parma, Como Tembus Tiga Besar Serie A
Kemenangan ini punya arti penting bagi Como.
Setelah empat pertandingan Serie A, mereka mengoleksi 10 poin dari tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Posisi papan atas saat ini:
| Posisi | Tim | Main | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | AS Roma | 4 | 12 |
| 2 | Inter Milan | 4 | 12 |
| 3 | Como | 4 | 10 |
| 4 | Lazio | 4 | 10 |
| 5 | Cagliari | 4 | 9 |
Parma berada jauh di bawah dengan satu poin dari empat pertandingan, hasil dari satu imbang dan tiga kekalahan.
Dengan selisih hanya dua poin dari dua tim teratas, Como kini bukan sekadar berada di papan atas untuk sementara. Mereka mulai menunjukkan bahwa performa impresif sejak musim lalu masih berlanjut.
Como 1907 Semakin Menarik Perhatian
Performa Como menjadi semakin menarik karena perkembangan klub ini berlangsung sangat cepat.
Beberapa hari sebelum menghadapi Parma, Como menjalani pertandingan pertama mereka sepanjang sejarah di Liga Champions.
Hasilnya luar biasa.
Pasukan Fabregas menghajar RB Leipzig 4-1 di kandang. Martin Baturina, Anastasios Douvikas, Assane Diao, dan Maximo Perrone menjadi pencetak gol dalam malam bersejarah tersebut.
Artinya, kemenangan Como vs Parma datang hanya beberapa hari setelah klub tersebut menjalani laga besar di kompetisi Eropa.
Kemampuan menjaga performa setelah bermain di Liga Champions menjadi tanda lain bahwa kedalaman dan kualitas skuad Como terus berkembang.
Mengapa Como Juga Menarik bagi Penggemar Indonesia?
Ada alasan lain mengapa perkembangan Como mendapat perhatian besar di Indonesia.
Situs resmi Como menjelaskan bahwa klub tersebut diakuisisi oleh Djarum Group dari Indonesia pada 2019. Investasi dan pembangunan klub sejak saat itu menjadi bagian penting dari perjalanan Como kembali menuju level tertinggi sepak bola Italia.
Perjalanan mereka cukup luar biasa.
Como pernah mengalami kesulitan finansial dan harus bermain di Serie D. Kini, beberapa tahun kemudian, mereka sudah berada di tiga besar Serie A sekaligus bermain di Liga Champions. Laporan FourFourTwo juga menyoroti peran dukungan keluarga Hartono dalam kebangkitan klub tersebut.
Hubungan Indonesia ini membuat perjalanan Como terasa berbeda dibanding klub Eropa lain bagi sebagian penggemar sepak bola Tanah Air.
Cesc Fabregas Membentuk Como yang Berani Bermain
Perkembangan Como juga tidak bisa dilepaskan dari Cesc Fabregas.
Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu mengakhiri karier bermainnya bersama Como sebelum kemudian melanjutkan perjalanan sebagai pelatih.
Di bawah arahannya, Como berusaha memainkan sepak bola proaktif dengan keberanian menguasai bola dan membangun serangan dari belakang.
Pertandingan Como vs Parma kembali memperlihatkan karakter tersebut.
Meski baru bermain di Liga Champions beberapa hari sebelumnya, Como tetap berani menekan dan mendominasi permainan.
Fabregas sendiri menyebut dirinya optimistis terhadap perkembangan tim setelah kemenangan atas Parma.
Como vs Parma Jadi Bukti Como Bukan Lagi Sekadar Kejutan
Kemenangan 2-1 memang terlihat tipis jika hanya melihat skor akhir.
Namun jika melihat bagaimana pertandingan berjalan, posisi klasemen, serta rangkaian hasil yang sudah didapat Como, ada alasan kuat mengapa tim ini mulai mendapat perhatian.
Mereka baru saja menjalani debut Liga Champions dengan kemenangan 4-1, kemudian kembali ke Serie A dan mengalahkan Parma.
Setelah empat pertandingan liga, Como berada di peringkat ketiga dengan 10 poin dan belum terkalahkan.
Hasil Como vs Parma sekali lagi menunjukkan bahwa tim Cesc Fabregas bukan lagi sekadar klub promosi yang mencoba bertahan di Serie A.
Como sekarang mulai membangun reputasi sebagai tim yang mampu bersaing di papan atas.
Masih terlalu dini untuk mengatakan mereka akan bertahan dalam perburuan Scudetto hingga akhir musim. Namun satu hal sudah jelas: Como kembali menjadi salah satu cerita paling menarik di sepak bola Italia.
Baca Juga: Inter vs Udinese Ramai Dicari, Ini Hasil Pertandingan dan Klasemen Serie A Terbaru
