Lamine Yamal kapten termuda Barcelona menjadi salah satu cerita paling menarik dari kemenangan telak Blaugrana 5-1 atas Feyenoord pada laga pembuka Liga Champions 2026/27.
Barcelona memang berhasil mengawali perjalanan mereka di Eropa dengan cara yang meyakinkan. Namun malam tersebut bukan hanya tentang lima gol atau tiga poin. Ada sebuah momen penting ketika Lamine Yamal menerima ban kapten dan mencatat sejarah baru bersama klub.
Yamal dipercaya mengenakan ban kapten setelah Raphinha ditarik keluar pada menit ke-71. Pada usia 19 tahun 58 hari, pemain asal Spanyol itu resmi menjadi pemain termuda yang pernah menjadi kapten Barcelona. Rekor sebelumnya dimiliki Bojan Krkic saat berusia 20 tahun pada 2010.
Lamine Yamal Kapten Termuda Barcelona di Usia 19 Tahun
Mendapatkan ban kapten Barcelona tentu bukan hal kecil, terlebih bagi seorang pemain yang baru berusia 19 tahun.
Sebelum musim dimulai, Yamal memang sudah ditunjuk sebagai salah satu wakil kapten Barcelona bersama Eric Garcia dan Frenkie de Jong. Sang pemain juga mengaku bangga mendapat kepercayaan besar dari rekan-rekannya.
Malam melawan Feyenoord kemudian menjadi kesempatan pertamanya mencatat sejarah tersebut.
Yamal tidak hanya mengenakan ban kapten. Ia juga ikut memberikan kontribusi langsung di lapangan dengan mencetak satu gol melalui tendangan bebas serta memberikan assist untuk gol Gabriel Jesus.
Satu pertandingan, satu gol, satu assist, dan satu rekor baru.
Untuk pemain berusia 19 tahun, malam itu jelas menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya.
Barcelona Hajar Feyenoord 5-1
Barcelona sudah menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan.
Raphinha membuka keunggulan ketika laga baru berjalan tiga menit. Karim Adeyemi kemudian menggandakan skor pada menit ke-22 melalui tembakan dari luar kotak penalti.
Selepas turun minum, Raphinha kembali mencetak gol untuk membawa Barcelona unggul 3-0.
Yamal kemudian ikut berpesta. Tendangan bebasnya pada menit ke-77 membuat skor berubah menjadi 4-0.
Feyenoord sempat memperkecil kedudukan melalui Sem Steijn, tetapi Barcelona belum selesai. Gabriel Jesus yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kelima setelah menerima umpan dari Yamal.
Gol tersebut juga menjadi gol pertama Gabriel Jesus bersama Barcelona sejak bergabung dengan klub.
Skor akhir 5-1 menjadi pembuka yang hampir sempurna bagi Blaugrana di Liga Champions.
Barcelona Tidak Lagi Bergantung pada Satu Pemain
Hal yang paling menarik dari Barcelona musim ini adalah banyaknya pemain yang mampu menjadi pembeda.
Raphinha mencetak dua gol melawan Feyenoord. Adeyemi ikut mencetak gol, sementara Yamal kembali menunjukkan kreativitasnya.
Gabriel Jesus juga mulai membuka rekening gol.
Barcelona sekarang memiliki pilihan serangan yang jauh lebih beragam. Yamal tidak harus selalu menjadi satu-satunya pemain yang menentukan hasil pertandingan.
Kedalaman seperti ini akan sangat penting karena perjalanan Liga Champions masih panjang.
22 Gol dalam Lima Pertandingan
Kemenangan 5-1 atas Feyenoord juga melanjutkan awal musim luar biasa Barcelona.
Sebelumnya, pasukan Hansi Flick menghancurkan Valencia 5-0 di La Liga. Dalam empat pertandingan liga pertama, Barcelona sudah mencetak 17 gol. Tambahan lima gol melawan Feyenoord membawa total mereka menjadi 22 gol dalam lima pertandingan kompetitif musim ini.
Angka tersebut menunjukkan betapa produktifnya lini depan Barcelona saat ini.
Bukan hanya menang, Blaugrana juga mampu menciptakan peluang dari berbagai situasi dan melalui banyak pemain berbeda.
Namun perjalanan masih panjang. Performa bagus pada awal September tentu belum cukup untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara pada akhir musim.
Liga Champions Jadi Target Besar Lamine Yamal
Ada alasan lain mengapa malam melawan Feyenoord terasa penting bagi Yamal.
Sebelum pertandingan, ia secara terbuka mengatakan bahwa Liga Champions merupakan trofi yang paling ingin dimenangkannya musim ini.
Barcelona sudah lama menunggu untuk kembali mengangkat trofi tersebut. Gelar Liga Champions terakhir Blaugrana datang pada 2015.
Yamal sendiri menegaskan bahwa memenangkan kompetisi tersebut menjadi salah satu motivasi terbesarnya.
Karena itu, kemenangan 5-1 di pertandingan pertama menjadi awal yang sangat positif.

Lamine Yamal Mulai Berubah dari Wonderkid Menjadi Pemimpin
Selama beberapa tahun terakhir, nama Lamine Yamal lebih sering dibicarakan sebagai wonderkid atau salah satu talenta muda terbaik dunia.
Sekarang statusnya perlahan mulai berubah.
Ketika pemain berusia 19 tahun dipercaya mengenakan ban kapten Barcelona di Liga Champions, itu menunjukkan bahwa klub tidak lagi melihat Yamal sekadar sebagai pemain muda berbakat.
Ia mulai mendapatkan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.
Tentu perjalanan Yamal masih panjang. Satu pertandingan tidak otomatis menjadikannya pemimpin utama Barcelona.
Namun kemenangan Barcelona 5-1 atas Feyenoord memberikan gambaran menarik tentang arah baru Blaugrana.
Barcelona memiliki generasi baru, lini serang yang semakin dalam, dan seorang pemain berusia 19 tahun yang perlahan mulai menjadi wajah utama klub.
Malam itu Barcelona memang mencetak lima gol.
Namun bisa jadi, cerita terbesarnya justru bukan skor 5-1.
Cerita terbesarnya adalah saat Lamine Yamal mulai mengambil tempat sebagai salah satu pemimpin era baru Barcelona.
Baca Juga: Hasil Liga Champions Tadi Malam: Real Madrid dan Man City Menang, Haaland Menggila
