Persaingan menuju Ballon d’Or 2026 mulai memasuki fase paling menarik. Setelah berakhirnya musim kompetisi Eropa dan Piala Dunia 2026, sejumlah pemain kini memiliki argumen kuat untuk membawa pulang penghargaan individu paling prestisius dalam sepak bola.
Tidak seperti beberapa tahun ketika satu atau dua nama terlihat jauh lebih dominan, perebutan Ballon d’Or kali ini terasa jauh lebih terbuka.
Harry Kane datang dengan statistik gol luar biasa bersama Bayern Munchen. Rodri baru saja membawa Spanyol menjadi juara dunia sekaligus terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia. Lamine Yamal melanjutkan perkembangan fenomenalnya bersama Barcelona dan Spanyol. Kylian Mbappé tampil sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia, sementara Khvicha Kvaratskhelia menjadi figur penting dalam keberhasilan PSG di Liga Champions.
Dengan daftar resmi 30 nominasi baru diumumkan pada 8 September 2026, perdebatan mengenai siapa kandidat terkuat kemungkinan akan semakin panas dalam beberapa hari ke depan.
Harry Kane: Statistik Gol yang Sulit Diabaikan
Jika Ballon d’Or hanya dinilai berdasarkan produktivitas seorang penyerang, Harry Kane mungkin menjadi kandidat yang sangat sulit dikalahkan.
Kapten Inggris tersebut menjalani musim 2025/26 yang luar biasa bersama Bayern Munchen. Kane mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan di seluruh kompetisi, termasuk 36 gol di Bundesliga. Catatan tersebut membuatnya memenangkan European Golden Shoe. Bayern juga berhasil merebut Bundesliga dan DFB-Pokal.
Di Liga Champions, Kane mencetak 14 gol, hanya kalah dari Kylian Mbappé yang mencetak 15.
Performa Kane bersama Inggris juga cukup kuat. Ia mencetak enam gol ketika Inggris finis di posisi ketiga Piala Dunia 2026.
Inilah yang membuat Kane mempunyai paket yang sangat lengkap: gol, konsistensi, trofi domestik, dan performa bagus di Piala Dunia.
Kekurangannya mungkin hanya satu: Bayern tidak memenangkan Liga Champions dan Inggris juga gagal menjadi juara dunia.
Namun dengan angka 61 gol dalam satu musim, akan sulit bagi para pemilih untuk mengabaikan namanya.
Rodri: Juara Dunia dan Pemain Terbaik Piala Dunia
Kalau Kane unggul secara statistik, Rodri memiliki salah satu argumen paling kuat dari sisi pencapaian internasional.
Spanyol memenangkan Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu di final. Rodri kemudian dianugerahi adidas Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen.
Pengaruhnya sangat besar.
Dalam pertandingan final saja, Rodri menyelesaikan 101 dari 105 operan, memenangkan 80 persen duel yang ia jalani, serta menciptakan dua peluang. Sepanjang turnamen, Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan.
Rodri bukan nama baru dalam persaingan Ballon d’Or. Ia sudah memenangkan penghargaan tersebut pada 2024.
Kini, keberhasilannya menjadi pemimpin lini tengah Spanyol hingga menjuarai Piala Dunia membuat peluangnya memenangkan Ballon d’Or untuk kedua kalinya sangat serius.
Tantangannya adalah membandingkan pengaruh seorang gelandang dengan angka statistik luar biasa yang dimiliki Kane atau Mbappé. Tetapi jika performa Piala Dunia mendapat bobot besar dari pemilih, Rodri bisa menjadi kandidat nomor satu.
Lamine Yamal: Dari Bintang Muda Menjadi Kandidat Ballon d’Or
Sulit dipercaya bahwa Lamine Yamal baru berusia 19 tahun, tetapi namanya sudah layak masuk dalam pembicaraan Ballon d’Or.
Yamal memainkan peran besar dalam keberhasilan Barcelona memenangkan LaLiga 2025/26. Ia mengakhiri kompetisi liga dengan 16 gol dan 11 assist dan terpilih sebagai LaLiga Player of the Season.
Kemudian datang Piala Dunia.
Yamal menjadi bagian dari skuad Spanyol yang memenangkan Piala Dunia 2026, membuatnya menjadi salah satu pemain termuda yang pernah memenangkan Euro dan Piala Dunia dalam kariernya.
Ia juga terus memecahkan berbagai rekor usia di Liga Champions. Hingga musim panas 2026, Yamal telah mencatatkan 11 gol dan sembilan assist dari 33 pertandingan Liga Champions.
Namun ada satu persoalan.
Di Piala Dunia, sorotan terbesar justru jatuh kepada Rodri yang memenangkan Golden Ball dan Pau CubarsĂ yang mendapatkan penghargaan pemain muda terbaik.
Karena itu, Yamal mungkin memiliki musim yang sangat hebat tanpa otomatis menjadi kandidat terdepan.
Tetapi jika faktor usia, pengaruh terhadap Barcelona, serta keberhasilan memenangkan Piala Dunia ikut dipertimbangkan, peluang Yamal tetap sangat besar.
Kylian Mbappé: Sepuluh Gol di Piala Dunia
Kylian Mbappé mungkin mempunyai kasus paling menarik.
Secara individu, penampilannya di Piala Dunia hampir sempurna.
Mbappé mencetak 10 gol dalam delapan pertandingan dan memenangkan Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak turnamen. FIFA juga menempatkannya sebagai peraih Bronze Ball atau pemain terbaik ketiga Piala Dunia.
Di Liga Champions bersama Real Madrid, Mbappé juga mencetak 15 gol, terbanyak di kompetisi tersebut pada musim 2025/26.
Masalahnya adalah trofi.
Dalam persaingan Ballon d’Or yang sangat ketat, keberhasilan tim sering menjadi pembeda. Jika kandidat lain mempunyai statistik luar biasa sekaligus memenangkan gelar besar, kegagalan meraih trofi terbesar bisa mengurangi peluang Mbappé.
Tetapi 10 gol di Piala Dunia tetap merupakan angka yang luar biasa.
Jika para pemilih lebih memprioritaskan performa individu dibanding jumlah trofi, Mbappé masih sangat mungkin masuk tiga besar.
Kvaratskhelia: Senjata Utama PSG di Liga Champions
Nama yang tidak boleh dilupakan adalah Khvicha Kvaratskhelia.
Berbeda dari kandidat lain, Kvaratskhelia tidak bermain di Piala Dunia karena Georgia tidak lolos. Namun performanya di level klub menjadi salah satu yang paling mengesankan di Eropa.
UEFA memilih Kvaratskhelia sebagai Champions League Player of the Season 2025/26 setelah membantu PSG memenangkan Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun.
Ia mencetak 10 gol dan enam assist sepanjang Liga Champions.
Kvaratskhelia juga tampil menentukan dalam fase gugur, termasuk mencetak dua gol pada laga semifinal melawan Bayern Munchen.
Inilah keunggulan terbesar Kvaratskhelia dibanding beberapa rivalnya: ia memiliki kombinasi performa individu elite + trofi Liga Champions + penghargaan pemain terbaik kompetisi.
Tidak mengikuti Piala Dunia mungkin mengurangi exposure-nya, tetapi itu juga berarti ia tidak mengalami turnamen buruk yang bisa merusak peluangnya.
Menariknya, sebuah jajak pendapat Maxifoot terhadap lebih dari 62 ribu suara menempatkan Kvaratskhelia di posisi pertama dengan 36,4 persen, di atas Mbappé dan Kane. Tentu ini hanya polling pembaca dan bukan gambaran suara resmi Ballon d’Or, tetapi menunjukkan bahwa dukungan publik terhadapnya cukup besar.
Jadi, Siapa yang Saat Ini Paling Unggul?
Sulit menunjuk satu nama tanpa perdebatan.
Kalau menggunakan statistik individu, Harry Kane memiliki argumen sangat kuat.
Kalau menggunakan Piala Dunia sebagai faktor terbesar, Rodri mungkin berada di depan.
Kalau berbicara mengenai kombinasi usia, performa klub, dan gelar internasional, Lamine Yamal menjadi kandidat yang sangat menarik.
Mbappé menawarkan angka individual luar biasa, sedangkan Kvaratskhelia mempunyai kartu truf berupa Liga Champions dan penghargaan pemain terbaik turnamen tersebut.
Untuk sementara, saya melihat persaingannya seperti ini:
| Kandidat | Kekuatan Utama |
|---|---|
| Harry Kane | 61 gol, Golden Shoe, Bundesliga + DFB-Pokal |
| Rodri | Juara Piala Dunia + pemain terbaik Piala Dunia |
| Khvicha Kvaratskhelia | Juara UCL + UCL Player of the Season |
| Lamine Yamal | Juara LaLiga + juara dunia + performa individual |
| Kylian Mbappé | 10 gol Piala Dunia + top skor UCL |
Jika harus memilih berdasarkan pencapaian hingga saat ini, Kane dan Rodri terlihat mempunyai dua argumen paling lengkap, dengan Kvaratskhelia berada sangat dekat di belakang.
Namun Ballon d’Or bukan penghargaan berdasarkan formula matematis.
Bagaimana para pemilih menilai Piala Dunia dibanding Liga Champions, jumlah gol dibanding pengaruh permainan, serta prestasi individu dibanding gelar tim akan sangat menentukan hasil akhirnya.
Dan dengan nominasi resmi belum diumumkan, kejutan masih sangat mungkin terjadi.
Ballon d’Or 2026 Akan Digelar di London
Daftar resmi nominasi Ballon d’Or 2026 akan diumumkan pada 8 September, dengan 30 pemain masuk dalam kategori Ballon d’Or pria.
Pemenangnya kemudian akan diumumkan pada 26 Oktober 2026 di London, sekaligus menandai edisi ke-70 penghargaan tersebut. Sang pemenang akan menjadi penerus Ousmane Dembélé, yang memenangkan Ballon d’Or pria 2025.
Menurut kalian, siapa yang paling layak memenangkan Ballon d’Or 2026: Kane, Rodri, Yamal, Mbappé, Kvaratskhelia, atau justru nama lain?
